Senin, 20 Mei 2013

bandyd aku cinta kau



                Hujan tiada henti, hembusan angin menambah dingin dan kesepian di malam hari. Saat itu aku mencoba untuk menjelajah dunia maya untuk menghilangkan kesepian itu. Facebook adalah tujuan utama ku. “ Hmmm...... tiga pemberitahuan, lima kontak masuk, dan satu colekan dari bandyd”. Bandyd siapa ya...?” tanya dalam hati. “ Apa..?” ternyata bandyd adalah orang sering akau perhatikan waktu aku masih SMP. Sedikit terkejut tapi bahagia banget, akhirnya aku bisa menyapa dia lewat dunia maya ini. Awalnya di Facebook colek-colekan, berkawan dan kemudian komen-komenan status di facebook. Akhirnya dua bulan kemudian tukaran nomor Hp.
                “ Hallo, ada apa Aa .? tumben nelpon..”
                “ Non, Aa gi bosan ni di rumah, gak ada kawan pun, jalan-jalan yuk non....!!”
Bandyd itu memanggil aku dengan sebutan “Non” dan aku memanggil dia “Aa”. Heheheheh. . . . so sweetkan ....!!
“ Ya dek, ayok Aa, adek juga bosan ni di rumah, karena dari tadi nonton TV terus  kerjaannya”.
Ini bertepatan liburan sekolah, makanya aku dirumah.
                “ Yach ..... kamunya disini, dari tadi Aa udah nunggu Non lo..!”
                “ Maaf ya Aa, tadi adek takut keluar, maklum la Aa disitu tadi kan ada abangnya  adek, Adek takut jadinya Aa, ntar dia kirain aa siapanya adek lagi, gitu “
                “ Ya deh nggak apa-apa” sedikit senyum tapi menggoda.
                “ Berangkat yuk...!!
                Inilah pertama kalinya jumpa dan bertatapan langsung dengan si aa walaupun sebenarnya jarak rumah kami tidak terlalu jauh.
Lucunya saat jumpa kami kompak banget lho. Saat itu dia lihat aku, dia bengong, kok sama..? ternytaa warna baju dan celana kami sama, baju warna merah, dan celana putih, akhirnya kamipun tertawa. Hampir satu jam kami ngobrol-ngobrol. Perhatian dan cara dia berbicara padaku sangat sopan, sehingga aku sangat senang dan damai di kekatnya, sepertinya aku jatuh cinta sama dia..
*     *     *     *     *
Ternyata dari pertemuan itu, membuat aku selalu rindu padanya, begitu juga dengan dia. Akhirnya kami bisa juga jumpa hampir tiga kali seminggu, pkoknya sudah bisa di bilang sering jumpa sama si Bandyd.
“ hayo Non, lagi ngapain disini, nungguin Aa ya..? ”
“ Yeach, geer amat ni si Aa, nggak kok, adek lagi buat tugas aja ne. ”
“ Yakin..? “
“ Ya dong, sambil tersenyum dan garuk-garuk kepala.
Pada malam harinya, seperti biasa Bandyd selalu telpon aku, akupun menyambutnya dengan perasaan senang, dia itu selalu buat aku ceria, kemudian dia juga mengajarkan aku tentang kehidupan ini, kesehatan dan kerja keras dalam usaha.
“ Non, dengarin Aa ea...... Aa mau nyanyi ni, tapi pake gitar”
Lagu pertama dia nyanyi untukku adalah lagunya ungu yaitu judulnya "laguku". Liriknya cocok banget deh. Suaranya yang mirip banget sama vokalis ungu membuat aku klepek-klepek
“ mungkin hanya lewat lagu ini, akan kunyatakan rasa cintaku padamu, rinduku padamu tak bertepi, mungkin hanya sebuah lagu ini yang akan selalu ku nyanyikan sebagai tanda betapa aku inginkan kamu”. ( Reff dari lagu yang dinyanyikan Bandyd).
“ Woi..... masih ada orang nggak.? Kok diam aja sih Non...?”
“ Aku masih disini Aa, aku terbuai mendengar lagunya Aa”
“ Hmmm.... Non bisa aja, pintar banget ni bikin Aa ke geeran”
“ bener Aa. Nggak boong kok “
“ Ah udahla becandanya, nanti Aa cubit lho, hayo.....!”
Kagak takut.. weekkkk....!!”
*    *    *    *    *
                Lama waktu berselang kamipun semakin dekat, hingga satu sama lain sudah mengerti sifat dan karakter masing-masing, kalau kami ingin jumpa, mau hujan, panas tidak menjadi penghalang buat kami, mungkin karena rindu, jadi semua tidak kami hiraukan.
                Sebenarnya kami juga banyak persamaan misalnya, suka makai topi, suka musik, terus cara berpakaian pun hampir sama.
Kalau dia gelisah ataupun ada masalah dia selalu cerita sama aku, pokok nya diantara kami tidak ada lagi rahasia-rahasian.
                Jam menunjukan pukul 00.00 Wib,bertepatan hari lemburnya si Bandyd kerja. Tiba-tiba dari TelkomSEL terdengar bunyi Hp. Itu menandakan adanya SMS masuk. Ternyata SMS dari si Bandyd.
                “ Non... Aa pengen curhat ni..!! “
                Walaupun mataku berat pengen kali tidur, tapi karena ada SMS dari si Bandyd, kantuk yang berat itu langsung hilang.
                “ Ea... kenapa Aa ku..? curhat apa..? Aa ada masalah..? “
                “ Aa lagi kesal sama boru tulang Aa, masa dia minta dijemput kerja sama Aa,padahal dia tau Aa lagi kerja, dia malah maksa-maksa, karena Aa nggak bisa ninggalin kerja, Aa pun minta tolong sama saudara Aa untuk jemput dan  antar dia pulang tapi pas nyampe sana,  dia malah pigi sama laki-laki lain, yeach Aa jadi kesal dan marah la Non, udah dibela- belain dijemput sama saudara aa, tapi malah ditinggalin. Nggak punya perasaan banget dia Non “
                Saat aku membaca SMS dari si Bandyd, ngggak tau ntah kenapa aku cemburu sama boru tulang si Bandyd itu, dan aku malah cuekin dia, nggak mau dengarin curhatan dia lagi, dan akupun langsung tidur.
                Pagi harinya, aku SMS si Bandyd sepeti bisanya ucapin, “ met sholat, met tidur, dan met sitirahat “ Oooopss.... tak disangka SMS aku dibalas, karena biasanya si Bandyd nggak balas lagi karena dia tidur. “ Non... nanti sore kita jumpa ea, ditemapt biasa jam 16.00 ada yang pengen Aa omongin “
*   *   *   *   *
                Sore harinya pun kami jalan-jalan ke puncak naik motor, sambil ngeliatan indahnya pemandangan desa kami, disana kami juga ngopi dan juga karaokean bersama, disitu tempat karaokean nya sejuk banget, karena tempat karaokeannya terbuka semua, dan semua orang bisa lihat
Setelah Bandyd menyanyikan beberapa lagu kesayangannya (lebay bnget ya), kamipun langsung pulang, ditengah perjalanan dari puncak hujan pun tiba-tiba turun, terpaksalah kami basah-basahan pulang ke rumah. Saai itu sebenarnya dia mau omongin sesuatu, tapi nggak jadi.
                Kira-kira setengah jam kami pun nyampe rumah. Tapi sebelum aku masuk rumah, akupun tidak lupa salam tangan si Bandyd, hehehehh.... itu menunjukan rasa hormat ku, karena dia lebih tua, itu juga memang kebiasaan kami kalau bertemu yaitu salam tangan satu sama lain,, hihihih
                “ Non, nanti buka Facebook ya...! “ kata si Bandyd sebelum pergi
                “ Ya Aa, adek masuk rumah ea, Assalamualaikum “
                “ Waalaikumussalam, Non “
                Malmnya jam 23.00 aku buka Facebook. “ Apa.?” (Kaget). Bandyd minta aku jadi pacarnya. Masya Allah, aku senang banget tapi aku nggak langsung mengkomfirmasikannya sebagai pacarku. gengsi donk, sok-sok jual mahal dulu la, aku bilang sama si Bandyd kalau Hp aku lagi rusak, jadi aku nggak bisa buka Facebook. Tiga hari kemudian baru aku konfirmasi permintaan dia itu sebagai pacar di Facebook dan di dunia nyatanya.
                Sungguh hatiku senang banget, ternyata orang yang aku kagumi dan aku idolakan, sekarang menjadi pacarku.
*   *   *   *   *
                Dua minggu sekali Bandyd selalu kepadang bersama keluarganya dan juga kadang bersama ibunya, biasanya sich mau ngambil barang jualan atau mungkin liburan sama keluarga
                “ Non, Aa mau berangkat ke padang, doain Aa ea biar selamat “
                “ Iya Aa, adek pasti doain kok, hati-hati dijalan, jangan ngebut, jangan lupa makan,pokoknya jaga kesehatan ya Aa “
                “ Iya Non ku, cerewet amat sich “
                “ Hmm... dinasehati malah dibilang cerewet, Aa payah ni becanda ja kerjanya “
                “ He..he Yada Aa berangkat dulu ya pacarkuh, Assalamualaikum “
                “ Walaikumussalam “ (sambil menutup telepon).
                Setelah bandyd berangkat ke padang, akupun merasakan kespian banget. Aku SMS dia tapi nggak di balas, padahal baru beberapa jam dia pergi aku sudah kangen sama dia (lebay banget gua ya)
Pukul 18.30 stelah sholat magrib, aku SMS dia mengucapkan “ Selamat menuanaikan sholat magrib “. Tapi tetap nggak di balas. Aku jadi kwatir, perasaanku kacau memikirkan dia.
                        Pukul 20.00 akirnya SMS aku dibalas juga, dan dia bilang kalau dia baru nyampe, dan dia juga minta maaf kalau dia nggak balas SMS aku, soalnya dia yang jadi sopir ke padang, akupun mengerti dengan keadaan dia, dan aku tidak mempersalahkan itu. Pokoknya dia sudah sampe dan selamat.
                Setelah dua hari di padang, si Aa pun pulang, tapi sebelum berangkat dari padang, dia sempat nelfon minta doain agar selamat dan sehat sampai tujuan. Tiga jam dalam perjalanan Bandyd istirahat di rumah makan, karena masih kangen sama aku diapun menelpon aku lagi. Tapi saat dia nelfon aku, ibunya datang dan langsung marah-marah padanya.
                “ Kamu kenapa sich nak...? “
                “ Mank kenapa dengan aku bu...? (Heran)
                “ Baru saja boru tulang kamu nelpon ibu, dia bilang kamu pernah nggak jemput  dia, kok bisa gitu..? kamu tau kan kalau dia itu nanti bakal jadi menantu ibu “
                “ Tapi bu... (langsung omongan Bandyd di potong ibunya)”
                “ pokoknya ibu nggak mau tau, pokoknya kamu harus minta maaf sama dia, ingat   ya...!  kalu kalian itu sebentar lagi akan tunangan, dan kamu jangan main-main lagi
                Bandyd diam dan menundukan kepalanya
                “ Mana Hp mu...? siapa yang kamu nelfon..? kamu punya pacar lagi ya nak..? kamu  ini apa-apaan sih jangan bikin malu ibu la nak ( ibu nya langsung menarik Hp Bandyd dan..)
                “ Hallo... siapa ini....? (dengan suara yang marah-marah)
                “ Ea bu...... kenapa bu ..? “
                “ Eh siapapun kamu jangan dekatin anakku lagi, dia sudah tunangan, kamu jangan  ganggu dia lagi, dengar itu (langsung mematikan Hp)”
*   *   *   *   *
                        Seminggu tidak ada kabar bandyd lagi, aku merasa sedih dan selalu was-was. Tiap malam aku menangis, dan memikirkan dia, dalam hati aku bertanya. “ bandyd kemana ya..?, lagi ngapain..? gimana kabarnya, lagi sama siapa...? “
Aku bener-bener nggak bisa menahan perasaan ku, hingga akhirnya aku jatuh sakit
                Bandyd mendengar kabar kalau aku sedang sakit, tak ku sangka diapun datang menjengukku. Saat dia datang aku lagi tidur. Diapun duduk disampingku dan mengusup kepalaku
                “ Non,, Aa sayang banget sama Non, tapi Aa nggak bisa lagi sama Non
                (bandyd meneteskan air mata, dan air matanya jatuh di pipiku,) dan tiba-tiba aja aku bangun
                Perlahan aku buka mataku ku melihat malaikat hatiku di sampingku, dengan cepat aku bangun dan memeluk dia dan menangis dipelukannya.
                “ Aa, jangan tinggalin adek, adek nggak bisa hidup tanpa Aa “
                “ Non, maafin Aa “ (sambil menangis)
                “ Nggak, jangan tinggalin adek lagi Aa, adek mohon Aa “ (histeris) “
“ Sayang maafin Aa, mungkin kiata tidak ditakdirkan untuk bersama, Aa nggak mau durhaka pada orang tua, karena jasa mereka banyak pada Aa, Aa hanya bisa membalas jasa mereka dengan mngikuti kemauan mereka, kamu ngertikan sayang maksud Aa, Aa sebenarnya juga nggak bisa menerima ini, ini pilihan yang berat bauat Aa, Aa sayang sama Non “ ( sambil mengucup keningku untuk yang terakhir kalinya dan Bandyd pun langsung pergi dan meninggalkan sepucuk surat diatas meja )
                Ternyata Bandyd menjengukku juga sebernya ingin menunjukan kalau dia ingin pergi, karena orang tuanya menyuruh dia pergi ke tempat pamannya, di bandung untuk sementara waktu agar dia bisa melupakan aku

     Dear My Heart

Kau permaisuriku . . . . . . . .  Pujaan hatiku
Yang kini  hinggap di hatiku
Karena ku benar-benar cinta kepadamu
Tapi takbir berkata lain untuk kita
Perbedaan diriku dengan dirimu
Membuat kita tak bisa meyatu
Dan orang sekitar kita tak izinkan hubungan kita
Maafkan Aa ya sayang

                               

Hatiku hancur banget saat membaca surat itu, akhirnya malaikat hatiku tidak bisa lagi bersamaku, kisah cinta ku memang lah sangat menyedihkan, kebahagian yang ingin ku bangun bersamanya pupus sudah, kini hanya luka yang tergores dihatiku.
                Tuhan ini memang semua sudah rencanamu, kuatkanlah aku untuk menghadapi semua ini, jika kami memang tak berjodoh di dunia ini, pertemukanlah kami di akhirat kelak ya Allah
                Sampai detik inipun , aku selalu berdoa agar Bandyd diberi kesehatan dan kebahagiaan dimanapun ia berada, karena mengenalnya adalah hal yang terindah dalam hidupku, walaupun akhirnya kami tidak bersama



J J J J J J J S E K I A N J J J J J J J