Hujan
tiada henti, hembusan angin menambah dingin dan kesepian di malam hari. Saat
itu aku mencoba untuk menjelajah dunia maya untuk menghilangkan kesepian itu.
Facebook adalah tujuan utama ku. “ Hmmm...... tiga pemberitahuan, lima kontak masuk, dan
satu colekan dari bandyd”. Bandyd siapa ya...?” tanya dalam hati. “ Apa..?”
ternyata bandyd adalah orang sering akau perhatikan waktu aku masih SMP.
Sedikit terkejut tapi bahagia banget, akhirnya aku bisa menyapa dia lewat dunia
maya ini. Awalnya di Facebook colek-colekan, berkawan dan kemudian
komen-komenan status di facebook. Akhirnya dua bulan kemudian tukaran nomor Hp.
“
Hallo, ada apa Aa .? tumben nelpon..”
Bandyd itu memanggil aku dengan sebutan “Non”
dan aku memanggil dia “Aa”. Heheheheh. . . . so sweetkan ....!!
“ Ya dek, ayok Aa, adek
juga bosan ni di rumah, karena dari tadi nonton TV terus kerjaannya”.
Ini bertepatan liburan sekolah, makanya aku
dirumah.
“ Yach ..... kamunya disini, dari tadi Aa udah nunggu
Non lo..!”
“
Maaf ya Aa, tadi adek takut keluar, maklum la Aa disitu tadi kan ada abangnya adek, Adek
takut jadinya Aa, ntar dia kirain aa siapanya adek lagi, gitu “
“
Ya deh nggak apa-apa” sedikit senyum tapi menggoda.
“
Berangkat yuk...!!
Inilah
pertama kalinya jumpa dan bertatapan langsung dengan si aa walaupun sebenarnya jarak rumah
kami tidak terlalu jauh.
Lucunya saat jumpa kami
kompak banget lho. Saat itu dia lihat aku, dia bengong, kok sama..? ternytaa
warna baju dan celana kami sama, baju warna merah, dan celana putih, akhirnya
kamipun tertawa. Hampir satu jam kami ngobrol-ngobrol. Perhatian dan cara dia
berbicara padaku sangat sopan, sehingga aku sangat senang dan damai di kekatnya,
sepertinya aku jatuh cinta sama dia..
* * * * *
Ternyata dari pertemuan
itu, membuat aku selalu rindu padanya, begitu juga dengan dia. Akhirnya kami
bisa juga jumpa hampir tiga kali seminggu, pkoknya sudah bisa di bilang sering jumpa sama si Bandyd.
“ hayo Non, lagi ngapain
disini, nungguin Aa ya..? ”
“ Yeach, geer amat ni si
Aa, nggak kok, adek lagi buat tugas aja ne. ”
“ Yakin..? “
“ Ya dong, sambil tersenyum
dan garuk-garuk kepala.
Pada malam harinya, seperti
biasa Bandyd selalu telpon aku, akupun menyambutnya dengan perasaan senang, dia
itu selalu buat aku ceria, kemudian dia juga mengajarkan aku tentang kehidupan
ini, kesehatan dan kerja keras dalam usaha.
“ Non, dengarin Aa ea......
Aa mau nyanyi ni, tapi pake gitar”
Lagu pertama dia nyanyi
untukku adalah lagunya ungu yaitu judulnya "laguku". Liriknya cocok banget deh.
Suaranya yang mirip banget sama vokalis ungu membuat aku klepek-klepek
“ mungkin hanya lewat lagu
ini, akan kunyatakan rasa cintaku padamu, rinduku padamu tak
bertepi, mungkin hanya sebuah lagu ini yang akan selalu ku nyanyikan sebagai tanda betapa aku inginkan
kamu”. ( Reff dari lagu yang dinyanyikan Bandyd).
“ Woi..... masih ada orang
nggak.? Kok diam aja sih Non...?”
“ Aku masih disini Aa, aku
terbuai mendengar lagunya Aa”
“ Hmmm.... Non bisa aja,
pintar banget ni bikin Aa ke geeran”
“ bener Aa. Nggak boong kok
“
“ Ah udahla becandanya,
nanti Aa cubit lho, hayo.....!”
Kagak takut..
weekkkk....!!”
* * * * *
Lama
waktu berselang kamipun semakin dekat, hingga satu sama lain sudah mengerti
sifat dan karakter masing-masing, kalau kami ingin jumpa, mau hujan, panas
tidak menjadi penghalang buat kami, mungkin karena rindu, jadi semua tidak kami
hiraukan.
Sebenarnya
kami juga banyak persamaan misalnya, suka makai topi, suka musik, terus cara
berpakaian pun hampir sama.
Kalau dia gelisah ataupun ada masalah dia
selalu cerita sama aku, pokok nya diantara kami tidak ada lagi rahasia-rahasian.
Jam
menunjukan pukul 00.00 Wib,bertepatan hari lemburnya si Bandyd
kerja. Tiba-tiba dari TelkomSEL terdengar bunyi Hp. Itu menandakan adanya SMS
masuk. Ternyata SMS dari si Bandyd.
“
Non... Aa pengen curhat ni..!! “
Walaupun
mataku berat pengen kali tidur, tapi karena ada SMS dari si Bandyd, kantuk
yang berat itu langsung hilang.
“
Ea... kenapa Aa ku..? curhat apa..? Aa ada masalah..? “
“
Aa lagi kesal sama boru tulang Aa, masa dia minta dijemput kerja sama Aa,padahal
dia tau
Aa lagi kerja, dia malah maksa-maksa, karena Aa nggak bisa ninggalin
kerja, Aa pun minta tolong sama saudara Aa untuk jemput dan antar dia
pulang tapi pas nyampe sana, dia malah pigi sama laki-laki
lain, yeach Aa jadi
kesal dan marah la Non, udah dibela- belain dijemput sama saudara aa, tapi malah ditinggalin. Nggak
punya perasaan banget dia Non “
Saat
aku membaca SMS dari si Bandyd, ngggak tau ntah kenapa aku cemburu sama boru
tulang si Bandyd itu, dan aku malah cuekin dia, nggak mau dengarin curhatan dia
lagi, dan akupun langsung tidur.
Pagi
harinya, aku SMS si Bandyd sepeti bisanya ucapin, “ met sholat, met tidur, dan
met sitirahat “ Oooopss.... tak disangka SMS aku dibalas, karena biasanya si
Bandyd nggak balas lagi karena dia tidur. “ Non... nanti sore kita jumpa ea,
ditemapt biasa jam 16.00 ada yang pengen Aa omongin “
* * * * *
Sore
harinya pun kami jalan-jalan ke puncak naik motor, sambil ngeliatan indahnya
pemandangan desa kami, disana kami juga ngopi dan juga karaokean bersama, disitu tempat
karaokean nya sejuk banget, karena tempat karaokeannya terbuka semua, dan semua
orang bisa lihat
Setelah Bandyd menyanyikan
beberapa lagu kesayangannya (lebay bnget ya), kamipun langsung pulang, ditengah perjalanan dari puncak hujan
pun tiba-tiba turun, terpaksalah kami basah-basahan pulang ke rumah. Saai itu
sebenarnya dia mau omongin sesuatu, tapi nggak jadi.
Kira-kira
setengah jam kami pun nyampe rumah. Tapi sebelum aku masuk rumah, akupun tidak
lupa salam tangan si Bandyd, hehehehh.... itu menunjukan rasa hormat ku, karena dia
lebih tua, itu juga memang kebiasaan kami kalau bertemu yaitu salam tangan satu sama lain,, hihihih
“
Non, nanti buka Facebook ya...! “ kata si Bandyd sebelum pergi
“
Ya Aa, adek masuk rumah ea, Assalamualaikum “
“
Waalaikumussalam, Non “
Malmnya
jam 23.00 aku buka Facebook. “ Apa.?” (Kaget).
Bandyd minta aku jadi pacarnya. Masya Allah, aku senang banget tapi aku nggak
langsung mengkomfirmasikannya sebagai pacarku. gengsi donk, sok-sok jual mahal
dulu la, aku bilang sama si Bandyd kalau Hp aku lagi rusak, jadi aku nggak bisa
buka Facebook. Tiga hari kemudian baru aku konfirmasi permintaan dia itu
sebagai pacar di Facebook dan di dunia nyatanya.
Sungguh
hatiku senang banget, ternyata orang yang aku kagumi dan aku idolakan, sekarang
menjadi pacarku.
* * * * *
Dua minggu sekali Bandyd selalu kepadang bersama
keluarganya dan juga kadang bersama ibunya, biasanya sich mau ngambil barang
jualan atau mungkin liburan sama keluarga
“
Non, Aa mau berangkat ke padang,
doain Aa ea biar selamat “
“
Iya Aa, adek pasti doain kok, hati-hati dijalan, jangan ngebut, jangan lupa
makan,pokoknya
jaga kesehatan ya Aa “
“
Iya Non ku, cerewet amat sich “
“
Hmm... dinasehati malah dibilang cerewet, Aa payah ni becanda ja kerjanya “
“
He..he Yada Aa berangkat dulu ya pacarkuh, Assalamualaikum “
“
Walaikumussalam “ (sambil menutup telepon).
Setelah
bandyd berangkat ke padang,
akupun merasakan kespian banget. Aku SMS dia tapi nggak di balas, padahal baru
beberapa jam dia pergi aku sudah kangen sama dia (lebay banget gua ya)
Pukul 18.30 stelah sholat magrib, aku SMS dia
mengucapkan “ Selamat menuanaikan sholat magrib “. Tapi tetap nggak di balas.
Aku jadi kwatir, perasaanku kacau memikirkan dia.
Pukul
20.00 akirnya SMS aku dibalas juga, dan dia bilang kalau dia baru nyampe, dan
dia juga minta maaf kalau dia nggak balas SMS aku, soalnya dia yang jadi sopir
ke padang, akupun mengerti dengan keadaan dia, dan aku tidak mempersalahkan
itu. Pokoknya dia sudah sampe dan selamat.
Setelah
dua hari di padang, si Aa pun pulang, tapi
sebelum berangkat dari padang,
dia sempat nelfon minta doain agar selamat dan sehat sampai tujuan. Tiga jam
dalam perjalanan Bandyd istirahat di rumah makan, karena masih kangen sama aku
diapun menelpon aku lagi. Tapi saat dia nelfon aku, ibunya datang dan langsung
marah-marah padanya.
“
Kamu kenapa sich nak...? “
“
Mank kenapa dengan aku bu...? (Heran)
“
Baru saja boru tulang kamu nelpon ibu, dia bilang kamu pernah nggak jemput dia,
kok bisa gitu..? kamu tau kan
kalau dia itu nanti bakal jadi menantu ibu “
“
Tapi bu... (langsung omongan Bandyd di potong ibunya)”
“
pokoknya ibu nggak mau tau, pokoknya kamu harus minta maaf sama dia, ingat ya...! kalu kalian itu sebentar lagi
akan tunangan, dan kamu jangan main-main lagi
Bandyd
diam dan menundukan kepalanya
“
Mana Hp mu...? siapa yang kamu nelfon..? kamu punya pacar lagi ya nak..? kamu ini
apa-apaan sih jangan bikin malu ibu la nak ( ibu nya langsung menarik Hp Bandyd
dan..)
“
Hallo... siapa ini....? (dengan suara yang marah-marah)
“
Ea bu...... kenapa bu ..? “
“
Eh siapapun kamu jangan dekatin anakku lagi, dia sudah tunangan, kamu jangan ganggu dia
lagi, dengar itu (langsung mematikan Hp)”
* * * * *
Seminggu
tidak ada kabar bandyd lagi, aku merasa sedih dan selalu was-was. Tiap malam
aku menangis, dan memikirkan dia, dalam hati aku bertanya. “ bandyd kemana
ya..?, lagi ngapain..? gimana kabarnya, lagi sama siapa...? “
Aku bener-bener nggak bisa menahan perasaan
ku, hingga akhirnya aku jatuh sakit
Bandyd
mendengar kabar kalau aku sedang sakit, tak ku sangka diapun datang
menjengukku. Saat dia datang aku lagi tidur. Diapun duduk disampingku dan
mengusup kepalaku
“
Non,, Aa sayang banget sama Non, tapi Aa nggak bisa lagi sama Non
(bandyd
meneteskan air mata, dan air matanya jatuh di pipiku,) dan tiba-tiba aja aku
bangun
Perlahan
aku buka mataku ku melihat malaikat hatiku di sampingku, dengan cepat aku
bangun dan memeluk dia dan menangis dipelukannya.
“
Aa, jangan tinggalin adek, adek nggak bisa hidup tanpa Aa “
“
Non, maafin Aa “ (sambil menangis)
“
Sayang maafin Aa, mungkin kiata tidak ditakdirkan untuk bersama, Aa nggak mau
durhaka pada orang tua, karena jasa mereka banyak pada Aa, Aa hanya bisa
membalas jasa mereka dengan mngikuti kemauan mereka, kamu ngertikan sayang
maksud Aa, Aa sebenarnya juga nggak bisa menerima ini, ini pilihan yang berat
bauat Aa, Aa sayang sama Non “ ( sambil mengucup keningku untuk yang terakhir
kalinya dan Bandyd pun langsung pergi dan meninggalkan sepucuk surat diatas
meja )
Ternyata
Bandyd menjengukku juga sebernya ingin menunjukan kalau dia ingin pergi, karena
orang tuanya menyuruh dia pergi ke tempat pamannya, di bandung untuk sementara waktu agar dia bisa
melupakan aku
Dear My
Heart
Kau permaisuriku . . . . . . .
. Pujaan hatiku
Yang kini hinggap di hatiku
Karena ku benar-benar cinta
kepadamu
Tapi takbir berkata lain untuk
kita
Perbedaan diriku dengan dirimu
Membuat kita tak bisa meyatu
Dan orang sekitar kita tak
izinkan hubungan kita
Maafkan Aa ya sayang
Hatiku hancur banget saat
membaca surat
itu, akhirnya malaikat hatiku tidak bisa lagi bersamaku, kisah cinta ku memang
lah sangat menyedihkan, kebahagian yang ingin ku bangun bersamanya pupus sudah,
kini hanya luka yang tergores dihatiku.
Tuhan
ini memang semua sudah rencanamu, kuatkanlah aku untuk menghadapi semua ini,
jika kami memang tak berjodoh di dunia ini, pertemukanlah kami di akhirat kelak
ya Allah
Sampai
detik inipun , aku selalu berdoa agar Bandyd diberi kesehatan dan kebahagiaan
dimanapun ia berada, karena mengenalnya adalah hal yang terindah dalam hidupku,
walaupun akhirnya kami tidak bersama
J J J J J J J S E K I A N J J J J J J J
